| Sejak jumat lalu astro dihentikan penayangannya sementara waktu.Terkait dengan pegaduan Indovision kepada KPPU atas persaingan bisnis yang tidak sehat,maka Depkominfo perlu menindaklanjuti pengaduan Indovision ini.Sebenarnya apakah ini terkait dengan hak siar EPL dan penayangan star channel (starvision,starworld or etc)?dan sehubungan dengan kabar yang menyatakan bahwa menteri kita ada "main" dengan salah satu perusahaan yang punya hak atas Indonesia Idol,dan diperkuat dengan kehadiran pak menteri di II itu....ya wajar lah pelanggan astro protes. Mereka udah bayar 250rb per bulan,belum kalo ditambah paket yang lain,dan tiba2 penayangannya dihentikan.Hal ini kan merugikan pelanggan.Kalau emang Astro belum mendapatkan hak siar,kenapa juga siaran perdana tetap aja maju?dan untuk pemerintah,kalau belum punyaijinkenapa ko masih terus siaran?kecolongan?ya mbok lebih ketat lagi pengawasannya. Apapun yang terjadi di lingkungan bisnis stasiun berlangganan dan hubungannya dengan pemerintah,dimohon jangan merugikan pelanggan.Dan yang saya sayangkan penghentian siaran kenapa dilakukan pada weekend (jumat sabtu minggu) dimana hari bersantai nasional keluarga yang sibuk?menonton tv saya rasa hal tervaforit untuk menghabiskan waktu luang bersama keluarga.Dan yang parah lagi,ketika ditanyakan ekpada pihak depkominfo,mereka dengan santainya bilang "ya kami usahakan untuk segera membenahi,tetapi ini kan hari libur"...komitmen mereka gimana?? Ada yang bilang juga ini terkait dengan perlakuan malaysia kepada Indonesia.Memang Malaysia telah melarang stasiun Indonesia untuk mengudara disana.Jadi ceritanya bales-balesan nih?? nambah nih,out of topic :P. Sorry for local tv,tapi mereka tetap menayangkan banyak siaran-siaran yang ngga bermutu such as sinetron stripping (cinta bunga cinta indah besok cinta duit),mamamia (reality show terpanjaaaaaaang durasinya).Saya akui itu termasuk hiburan,tapi apa ya hiburan itu setiap hari??kapan pintarnya??siapa ya yang harus disalahkan?masyarakat Indonesia yang males pake otak atau mereka yang mau nggoblokin masyarakat?ngga ada yang salah.Televisi yang target marketnya jelas ya metro tv.tapi kenapa metro tv belum bisa merangkul warga kebanyakan,padahal misi siaran adalah untuk memberikan pengetahuan dan hiburan yang bermutu dan mendidik kepada pemirsanya?apa karena masyarakat yang ngga mau,atau metro yang hanya mau siarannya dinikmati oleh kaum hi end,yang merupakan target marketnya?kan yang pasang iklan di metro tv ngga main-main... |
Sabtu, 12 April 2008
astro (again) + local tv
Jumat, 11 April 2008
depkominfo insane!!
not enough with blocking main sites such as youtube and multiply,depkominfo are starting to check astro's channel.what's happen with those people?they dont have rights to restrict people to get information,i mean common info.come on,astro,which have a religion channel named astro awani still checked by them.Astro provide lotsa informattion,knowledge,and entertainment.lets think,if a stock company depends their business on bbc.com,or else,and they subscribe on astro,whats happen next u can imagine it.and about multiply,how many people lost their revenue because they are depending their business life in multiply?multiply has been becoming a main e business site,to sell their product.maybe it's informal way,but it has a close relationship with gnp in idon.maybe there are someways to reach those site,such as url.sc or more,but conventional people who do know much about internet cannot access those sites,perhaps.we'll see what's happen later.say goodbye to uud 45ps 28!!
not enough with blocking main site such as multiply and youtube,they |
Minggu, 23 Maret 2008
kapitalis vs syariah
| bau bau ekonomi nih...hehehe..well,prinsip syariah dalam ekonomi indonesia bisa dibilang baru.kecenderungan syariah yang menerapkan prinsip bagi hasil memang bagus apabila sudah berhasil diterapkan.tapi bagaimana prakteknya?dari prakteknya terlihat lebih ribet dan tidak efisien.dan bagaimana kalau kita lihat realita mengenai kredit macet?dengan sistem konvensional saja masih banyak kredit macet sehingga kebijakan pemberian kredit lebih diperketat lagi,dengan memberlakukan suku bunga yang tinggi. Pasar sangatlah fluktuatif.dan kebijakan konvensional (called it kapitals) seolah tidak mau tahu apa yang terjadi dengan debitur,entah itu rugi atau untung luar biasa yang pasti debitur harus bayar sejumlah yang disepakati.jadi nominal yang harus dibayar jelas.sedang syariah bisa saja perjanjiannya bagi2 60:40.60 untuk investor 40 untuk pengusaha. Ekonomi kapitalist itu mengenal 2 sektor ekonomi: - Sektor riil yg memproduksi barang dan jasa yg dinikmati manusia. Bill Gates, industriawan, manufakturer, distributor, buruh, karyawan dll berada di posisi ini. - Sektor non riil yg sama sekali tidak memproduksi barang dan jasa, alias sama sekali tidak memberi nilai tambah bagi kehidupan manusia di bumi ini. Fakta terakhir, 80% dari uang yg beredar di dunia ini ada ditangan kapitalis. Itu artinya, sebenarnya hanya 20% dari modal yg ada didunia yg digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Selebih nya hanya muter2 dikalangan mereka, jual beli saham dan produk2 pasar uang lainnya. Otak, modal dan tenaga mereka hanya terkuras buat "menaikkan harga saham yg dia pegang, dan menurunkan harga saham yg tidak dia pegang". Ekonomi syariah Islam sangat mendukung sektor riel (but please dont put islam thingy on this phenomenon).Prinsip nya : - Diharamkan/Dilarang Riba. yaitu Return yg jumlah dan angka nya sudah dipastikan, tidak peduli si pemakai modal hancur lebur si pemilik modal harus dapat return. Yg diperbolehkan, si Pemilik Modal (yg berada di sektor non riel) juga harus take a risk. Kalo untung dari sektor ril gede, dia dapet gede. Kalo laba kecil , dia dapat return kecil. Kalo rugi, dia juga ikut rugi.- Diharamkan/dilarang perdagangan non barang dan jasa seperti uang, saham dll dengan tujuan akan memperoleh keuntungan. Menukar uang dengan tujuan uang yg dibeli akan dipake untuk membeli barang dan jasa , HALAL/BOLEH. Tapi kalo tujuannya untuk mencari untung (exchange gain). HARAM. Perdagangan seperti ini berada dalam ketidak pastian dan juga menimbulkan ketidak pastian (spekulasi) serta tidak ada manfaatnya untuk sektor riil. Padahal sektor riil ini yg ingin dikembangkan ekonomi syariah. fenomena bubble economic (dimana seolah2 kondisi ekonomi melambung luar biasa,pasar mengalami bullish dalam waktu yang lama,padahal nonsense.indexnya saja yang melambung,padahal dari seg kuantitas tidak ada kenaikan signifikan) mungkin bisa dijadikan pertimbangan dalam memilih prinsip syariah |
Sabtu, 22 Maret 2008
short term memory illness,r u trying to bother me?
| suddenly i've forgot all my password.it's a better idea if i create the new one again.well,my lazy mood has been increase rapidly.i've planned to post my short story bout my last trip in yk,but im too lazy to pick my card reader then upload my photos.sorry mate..maybe later. sure,i'll continue my last conversation with my mate in borneo.it's more fun!! |
Langganan:
Postingan (Atom)